Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Serba-Serbi Herbarium

Herbarium adalah salah satu produk sekaligus media sains (biologi) untuk mengoleksi spesimen. Umumnya, istilah herbarium sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa yang menempuh program studi pendidikan biologi maupun biologi murni serta ilmu lainnya yang berkaitan. Sebenarnya apasih yang dimaksud dengan herbarium? mengapa dan bagaimana peranan herbarium bagi para peneliti khususnya yang mempelajari mengenai studi tentang botani? Pada blog ini, penulis akan menguraikan penjelasan mengenai herbarium yang diambil dari kumpulan jurnal-jurnal ilmiah, simak lebih lanjut ya !

Sejarah & Perkembangan Herbarium
Herbarium menurut Stacey dan Hay (2004) merupakan karya referensi tiga dimensi. Herbarium bukan hanya untuk mendefinisikan suatu pohon, namun segala sesuatu dari pohon. Nama latin untuk herbarium adalah Siccus hortus, yang secara harfiah berarti taman kering, dan setiap spesimen ditekan kemudian dipasang pada selembar kertas yang ditulisi dengan nama tanaman, waktu pengambilan dan tempat pengambilan [1].

Menurut Tjitrosoepomo (2009) herbarium merupakan spesimen yang digunakan untuk studi morfologi dan taksonomi dapat berupa tumbuhan segar dan dapat juga dengan spesimen yang sudah diawetkan. Spesimen herbarium merupakan media yang sangat penting dalam mempelajari morfologi, dan taksonomi tumbuhan tanpa herbarium tidak mungkin melakukan studi taksonomi tumbuhan (Forman dan Bridson, 1998) [1].

Fitriyana (2016) menegaskan spesimen herbarium merupakan tumbuhan atau bagian tumbuhan yang diawetkan. Pengawetan tumbuhan dapat berupa awetan basah (herbarium basah) dan awetan kering (herbarium kering). Herbarium juga berarti lembaga atau laboratorium yang merupakan tempat ahli-ahli taksonomi melakukan studi taksonomi tumbuhan yang sekaligus juga merupakan tempat untuk menyimpan koleksi bahan studi yang telah diawetkan.

Ahli biologi mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri. Ciri yang digunakan terutama adalah ciri morfologi selain anatomi maupun genetik. Organisme yang memiliki ciri-ciri yang serupa dikelompokkan dalam satu kelompok yang disebut takson. Organisme yang memiliki ciri yang berbeda dipisahkan dalam takson yang berbeda. Dalam mengelompokkan tumbuhan para ahli botani mendasarkan pada ciri morfologi tumbuhan, terutama batang, daun, bunga, akar, dan buah. Studi morfologi dan taksonomi didasarkan pada bahan yang riil harus ada lazimnya disebut spesimen [1].

Macam-Macam Herbarium
Secara umum ada dua macam herbarium yaitu herbarium kering dan herbarium basah. Herbarium kering merupakan pengawetan koleksi tumbuhan dengan cara dikeringkan, sedangkan herbarium basah merupakan pengawetan contoh tumbuhan yang disimpan dalam larutan pengawet [1].

Komponen Herbarium
Suatu spesimen dapat berupa tubuh tumbuhan yang lengkap yang terdiri atas bagian vegetatif (akar, batang dan cabang, daun) dan bagian generatif (bunga, buah dan biji) untuk tumbuhan golongan Spermatophyta, sedangkan Cryptogamae adalah organ vegetatif dan organ reproduksi (selain dari biji misalnya spora). Spesimen yang digunakan untuk studi morfologi dan taksonomi dapat berupa tumbuhan segar dan dapat juga dengan spesimen yang sudah diawetkan atau disebut dengan herbarium (Tjitrosoepomo, 2009) [1].

Spesimen herbarium yang baik ditentukan oleh cara mengkoleksinya dan dan proses pembuatan spesimen herbarium (Lawrence, 1986) [3].

Manfaat Herbarium
Spesimen herbarium merupakan media yang sangat penting dalam mempelajari morfologi dan taksonomi tumbuhan tanpa herbarium tidak mungkin melakukan studi taksonomi tumbuhan (Forman and Bridson, 1991). Selain penggunaannya yang praktis dan ekonomis, herbarium dirasa menjadi solusi dalam pembelajaran karena dapat dibawa kemana saja, baik di kelas maupun di laboratorium. Penggunaan media pembelajaran herbarium menjadi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran biologi karena media ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama dan dosen dapat mengoleksi tumbuhan-tumbuhan yang jarang ditemukan disekitar lingkungan sehingga mahasiswa lebih paham dan memahami pembelajaran (Majid, 2013) [3].

Spesimen tersebut bermanfaat sebagai bahan penunjang pembelajaran dan penelitian, misalnya sebagai sumber informasi pada materi biologi yang membahas flora dan ekologi tumbuhan (Tjitrosopemomo, 1998; Partomihardjo dan Rahajoe, 2004; Rugayah et al., 2004) [2].

Kegunaan herbarium ini adalah (1) sebagai material peraga tumbuhan dalam pembelajaran, (2) alat bantu identifikasi tanaman, (3) bukti keanekaragaman, (4) bahan penelitian bagi guru, siswa, atau guru dan siswa. (5) bahan yang dapat dipertukarkan antar herbarium. Sekolah dapat membuat herbarium untuk digunakan sebagai bahan/media pembelajaran dan penelitian (Djuwita, 2011) [1].

Prosedur Pembuatan Herbarium
Syamswisna (2011) menyatakan bahwa keberhasilan pembuatan herbarium ditentukan oleh tahap-tahap kerja yang benar dalam proses pembuatan herbarium, seperti pada proses pengeringan harus betul-betul kering agar herbarium tidak berjamur [1].

Referensi:
  1. Fitriyana, Erni (2016). Pengembangan Herbarium Sheet Tumbuhan Paku (Pteridophyta) sebagai Media Pembelajaran pada Materi Tumbuhan Paku di SMA. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
  2. Mertha, I Gde, dkk. (2018). Pelatihan Teknik Pembuatan Herbarium Kering dan Identifikasi Tumbuhan Berbasis Lingkungan Sekolah di SMA Negeri 4 Mataram. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, Volume 1, Nomor 1.
  3. Rezeqi, Salwa & Dina Handayani (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Pteridophyta Berbasis Herbarium. Jurnal Pelita Pendidikan, Volume 6, Nomor 1: 36-41.

Dewanto
Dewanto Owner of this blog, He continued his study in Biology Education Department at Maritime Raja Ali Haji University. Besides, he actives on writing popular sciences articles in Warstek Media

Post a Comment for "Serba-Serbi Herbarium"