Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Benda-Benda Ergastik pada Tumbuhan

Tumbuhan adalah salah satu sumber produk makanan bagi hewan (herbivora) maupun manusia. Keberadaan tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai individu yang mampu memproduksi dan mencukupi kebutuhannya sendiri karena dapat melakukan proses fotosintesis. Tumbuhan disusun oleh sekumpulan jaringan yang terdiri atas sel-sel dengan bentuk yang bervariasi. 

Tumbuhan hijau melakukan fotosintesis dengan menghasilkan amilum dan oksigen. Selain itu, tumbuhan juga dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang diproduksi oleh komponen-komponen penyusun selnya. Ada suatu senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan yang disebut sebagai benda ergastik.

Benda ergastik pada mulanya diperkirakan sebagai senyawa hasil metabolisme yang tidak digunakan lagi atau sebagai cadangan makanan. Namun, penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa keberadaan benda ergastik ini memiliki keunikan tersendiri bagi tumbuhan, antara lain: (1) menghasilkan bau yang harum/bau untuk memikat kelompok insekta; (2) menyebabkan tumbuhan menjadi pahit yang akan dihindari oleh hewan-hewan herbivora atau insekta tertentu dan (3) menghasilkan senyawa minyak.

Hidayat (1995: 30) menyebutkan komponen-komponen yang termasuk dalam benda-benda ergastik antara lain: Pati; protein (aleuron); lipid dan kristal. Sedangkan benda ergastik secara rinci dijelaskan oleh Mulyani (2017: 66) terdiri atas tepung, protein, minyak, lemak, lilin, kristal dan bahan silika, tanin serta pigmen.

Pati

Pati atau zat tepung adalah benda ergastik yang paling umum pada tumbuhan. Benda ini diproduksi di dalam kloroplas sebelum didistribusikan ke jaringan penyimpan cadangan makanan untuk kemudian disintesis ulang di amiloplas. Pati atau zat tepung bermanfaat dan bernilai ekonomis, Pati yang diperjualbelikan adalah pati yang berasal dari endosperm biji padi, jagung, gandum, tapioka dari akar ketela pohon, sagu dari batang pohon Metroxylon sagu serta pati irit dari rizoma Matanya arundinacea (Hidayat, 1995:31).

Protein 

Protein adalah senyawa yang berperan dalam tumbuh dan berkembang. Protein yang dihasilkan dan dikategorikan sebagai benda ergastik antara lain dapat ditemukan pada serealia yang tersusun atas butir-butir aleuron (Hidayat, 1995: 31)

Lipid

Lipid terdiri dari beberapa bentuk antara lain minyak, lemak dan malam. Minyak dan lemak merupakan gliserida asam lemak yang berperan sebagai cadangan makanan utama pada tumbuhan yang banyak ditemukan dalam biji atau buah. 

Kristal

Kristal adalah suatu bahan organik berupa garam kalsium. Pada tumbuhan tingkat tinggi, kristal ditemukan dalam bentuk kalsium oksalat pada umumnya sedangkan dalam bentuk kalsium karbonat dan kalsium malat tidak begitu banyak dijumpai (Hidayat, 1995: 31). Mulyani (2017: 70-71) menyebutkan setidaknya ada 5 bentuk kristal pada sel tumbuhan, antara lain: 

  1. Kristal berbentuk prisma dan piramida dapat ditemukan pada daun Citrus, Begonia,Vicia sativa.
  2. Kristal druss, sferoida atau prisma dapat ditemukan pada daun Datura stramonium dan batang Opuntia.
  3. Kristal pasir dapat ditemukan pada batang Sambucus nigra dan Ancuba japonica.
  4. Kristal rafida dapat ditemukan pada daun Arum dan Agave.
  5. Kristal stiloida (rafida semu) dapat ditemukan pada Iridaceae, Agavaceae dan beberapa Liliaceae.

Alkaloid

Alkaloid merupakan bahasa tumbuhan yang mengandung unsur nitrogen. Beberapa contoh alkaloid antara lain: kafein (kopi); teobromi (coklat); piperine (lada); nikotin (tembakau); kokain (Erythroxilon Coca) dan kinin (Cinchona) (Hidayat, 1995: 31). 

Pigmen

Pigmen pada tumbuhan berperan sebagai penghasil zat warna yang dapat ditemukan di plastida maupun vakuola. Pada plastida dapat ditemukan zat warna klorofil bersamaan dengan karotenoid, tetapi pigmen karotenoid tersebut terhalang oleh klorofil. Berdasarkan zat pigmennya, plastida pada tumbuhan dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Kloroplas terdiri dari zat warna hijau.
  2. Kromoplas terdiri dari zat warna yang umumnya berwarna kuning kemerahan atau karotenoid.
  3. Leukoplas terdiri dari plastida yang tidak memiliki pigmen warna.

Referensi:

  1. Hidayat, E. B. (1995). Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: Penerbit ITB.
  2. Mulyani, Sri (2017). Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: PT Kanisius.

Dewanto
Dewanto Owner of this blog, He continued his study in Biology Education Department at Maritime Raja Ali Haji University. Besides, he actives on writing popular sciences articles in Warstek Media

Post a Comment for "Benda-Benda Ergastik pada Tumbuhan"