Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Problem Based Learning

Problem Based Learning merupakan salah satu jenis model pembelajaran. Model ini juga dikenal sebagai Problem Based Instruction (PBI). Dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai pembelajaran berbasis masalah (PBM)

Menurut Afandi, dkk (2013: 28) bahwa Problem Based Learning merupakan satu rangkaian pendekatan kegiatan belajar yang diharapkan dapat memberdayakan siswa untuk menjadi seorang individu yang mandiri dan mampu menghadapi setiap permasalahan dalam hidupnya di kemudian hari. Dalam pelaksanaan pembelajaran, siswa dituntut terlibat aktif dalam mengikuti proses pembelajaran melalui diskusi kelompok.

Karakteristik Problem Based Learning

Adapun karakteristik dalam model Problem Based Learning, yaitu:

  1. Pengajuan pertanyaan atau permasalahan
  2. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin
  3. Penyelidikan autentik
  4. Menghasilkan produk dan publikasikan
  5. Kolaborasi

Tujuan Problem Based Learning

Tujuan dari model pembelajaran ini, yaitu:
  1. Meningkatkan dan mengembangkan keterampilan berpikir serta pemecahan masalah pada siswa
  2. Belajar peranan orang dewasa yang autentik
  3. Mengarahkan sebagai pembelajar mandiri
  4. Meningkatkan penguasaan pengetahuan yang bersifat multidisipliner
  5. Belajar keterampilan kolaboratif

Sintaks Problem Based Learning 

Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan Problem Based Learning terdiri dari 5 tahapan, yaitu: 1) orientasi siswa pada masalah; 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar; 3) membimbing penyelidikan individual atau kelompok; 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan 5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
  • Orientasi siswa pada masalah
  • Mengorganisasikan siswa untuk belajar
  • Pembimbing penyelidikan individual atau kelompok
  • Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
  • menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Kelebihan Problem Based Learning

Kelebihan dari penggunaan Problem Based Learning, yaitu:
  1. Pembelajaran bersifat realistik karena langsung berhubungan dengan kehidupan siswa
  2. Konsep yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan siswa
  3. Mengembangkan sikap inquiry pada siswa
  4. Penguatan konsep jadi kuat
  5. Mengembangkan kemampuan problem solving

Kekurangan Problem Based Learning

Adapun kekurangan dari penggunaan Problem Based Learning, yaitu:
  1. Membutuhkan persiapan pembelajaran yang kompleks, meliputi alat, permasalahan dan konsep
  2. Sulitnya mencari permasalahan yang relevan untuk diselesaikan oleh siswa
  3. Sering terindikasi pembentukan miskonsepsi pada siswa
  4. Memakan waktu itu yang cukup lama dalam proses penyelidikan atau inquiry.

Referensi

  1. Afandi, M., E. Chamalah & O. P. Wardani (2013). Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: UNISSULA Press.
  2. Nurdyansyah & E. F. Fahyuni (2016). Inovasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.

Dewanto
Dewanto Owner of this blog, He continued his study in Biology Education Department at Maritime Raja Ali Haji University. Besides, he actives on writing popular sciences articles in Warstek Media

Post a Comment for "Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)"