Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Taksonomi Protista Sistem International Society of Protistologist

Konten [Tampil]
Taksonomi Protista (Mikrobiologi) - Pada artikel ini kita akan membahas terkait dengan taksonomi protista. Secara umum klasifikasi protista banyak yang menggunakan atas dasar jenis alat gerak yang dimilikinya. Namun, artikel ini akan membahas berdasarkan evolusinya. Mari simak lebih lanjut ya!

Euglenozoa

Sistem klasifikasi protista yang akan dijelaskan dalam artikel ini berdasarkan hasil dari International Society of Protistologists pada tahun 2005. Tingkatan sistem yang dikembangkan lebih kompleks dengan mempelajari morfologi, sifat biokimia, dan analisis filogenetik. Protista dapat dikelompokkan menjadi 4 super-grup, yaitu:
  1. Super-grup Excavata
  2. Super-grup Amoebozoa
  3. Super-grup SAR
  4. Super-grup Archaeplastida
A) Super-grup Excavata
Super-grup Excavata merupakan kumpulan dari eukariotik yang bersifat primitif. Komponen penyusun dari super-grup tersusun atas Fornicata, Parabasalia, dan Euglenazoa. Ketiganya memiliki habitat atau persebaran mulai hidup secara bebas di perairan tawar, payau hingga asin, simbiosis dengan makhluk hidup hingga bersifat parasit pada hewan dan manusia. Secara umum protista dari kelompok ini menggunakan flagelanya untuk bergerak sekaligus membantu proses memakan secara suspensi. Ciri mendasar lainnya adalah terdiri atas sel tunggal (uniseluler) dan bersifat falgela-motil. 
Excavata - Taksonomi Protista
Fornicata disebut juga sebagai Diplomonad. Kelompok ini tidak memiliki mitokondria layaknya eukariotik multiseluler, tetapi memiliki sebuah membran ganda yang menyerupai mitokondria yang disebut mitosom. Perannya untuk memproduksi protein FeS (besi sulfida) misalnya pada Giardia intestinalis (penyebab penyakit diare). Mitosom memiliki hubungan kekerabatan dengan mitokondria maupun hidrogenosom, tetapi tidak terlibat dalam fungsi sintesis ATP. Sumber energi pada Fornicata diperoleh dari hasil fosforilasi yang dilakukan di dalam sitoplasma.

Fornicata selama masa hidupnya menampakkan cara bereproduksi secara aseksual dengan cara pembelahan biner. Terkadang, kelompok ini akan membentuk kista sebagai salah satu cara kunci untuk mempertahankan populasinya. Giardia intestinalis sebagai anggota yang paling primitif bersifat patogen pada manusia dan membentuk kista. 10 kista dari G. intestinalis sudah mampu untuk menginfeksi sel inang. Fornicata pada umumnya secara keseluruhan hidup bebas dan endosimbiosis yang tidak bersifat membahayakan, hanya beberapa saja yang bersifat patogen. Selain G. intestinalis, beberapa yang bersifat patogen yaitu H. salmonis dan H. meleagridis.

Parabasalia sebagai anggota yang memiliki flagela dan kebanyakan endosimbiotik pada hewan. Protista ini menelan makanannya secara fagositosis serta memiliki sitosom. Protista tidak memiliki mitokondria dan hidup di area kurang oksigen (anaerob). Beberapa yang penting dari kelompok ini yaitu Trichonymphida dan Trichomonadida. Trichonympha spp. bersifat mutualis obligat dalam tubuh beberapa serangga yang membantu proses pencernaan karena mengandung enzim selulase. Enzim selulase ini digunakan untuk memproses sistem pencernaan pada hewan pemakan kayu-kayu. Sebaliknya, Trichomonadida spp. merupakan protists yang tidak memerlukan oksigen dan memiliki hidrogenosom.
Struktur Euglenozoa
Euglenozoa merupakan kumpulan protista yang mudah kita temukan mulai dari air tawar (sawah, danau), air payau hingga air laut. Sepertiga dari anggotanya bersifat fotoautotrof, misalnya Euglena dan sisanya kemoautotrof (saprofit) hingga parasit pada makhluk hidup lain. Euglenozoa memiliki kinetoplast, massa organel yang memiliki DNA.

Beberapa peranan dari anggota Super-grup Excavata, yaitu:
  1. Trichonympha mengandung enzim selulase yang membantu proses pencernaan pada hewan-hewan pemakan kayu seperti rayap, hidup di dalam tubuh hewan
  2. Trichomonas vaginalis bersifat parasit penyebab trikomoniasis
B) Super-grup Amoebozoa
Super-grup Amoebozoa meliputi protista yang memiliki kaki semua (pseudopodia) serta berbentuk amoeboid.  Kaki semua pada tipe ini terdiri atas lobopodia, filopodia, dan retikulopodia. Lobopodia adalah protista yang memiliki kaki semu berbentuk bulat. Filopodia adalah protista yang memiliki kaki semu berbentuk panjang dan pipih. Retikulopodia merupakan protista yang memiliki kaki seperti jaring/jala. Membentuk vakuola makanan yang berdekatan dengan pseudopodia. Vakuola makanan bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim-enzim pencernaan. Nutrisi diserap dari vakuola. Beberapa bagian dari super-grup ini, yaitu: Tubulinea, Entamoebida dan Eumycetazoa.
Amoebozoa - Taksonomi Protista
Amoebozoa tidak memiliki dinding sel, tetapi sebagian anggota memproduksi zat semacam pembentuk dinding sel yang dihasilkan sendiri atau dari lingkungan yang disebut sebagai testat. Testat merupakan piringan eksternal yang melindungi dan menutupi tubuh luar protista layaknya dinding sel. Amoeba yang memiliki piringan pada bagian luarnya disebut amoeba testat, sedangkan yang tidak memiliki disebut amoeba atestat. Secara umum bereproduksi secara aseksual dengan cara pembelahan biner dan terkadang membentuk kista.

Tubulinea dapat ditemukan di segala kondisi, asalkan dapat mengkondisikan dan mempertahankan keadaan lembab. Salah satu yang paling banyak digunakan dalam percobaan di laboratorium yaitu Amoeba proteusEntamoebida dapat ditemukan sebagai parasit hingga komensalisme

Eumycetazoa terdiri atas jamur lendir (slime mold) berupa aseluler dan seluler. Jamur lendir aseluler berbentuk panjang dengan protoplasma merupakan kumpulan massa multinukleat. Jamur lendir seluler memproduksi pseudoplasmodium terdiri atas banyak sel hidup yang bergerak bersamaan dalam suatu massa protoplasma. Beberapa anggotan pilihan misalnya Myxogastria dan Dictyostelia. Distyostelium discoideum sebagai salah satu jenis pemodelan yang banyak digunakan untuk studi terkait kemotaksis, perkembangan sel hingga perilaku sel.

Beberapa peranan dari Super-grup Amoebozoa, yaitu:
  1. Entamoeba sebagai genus yang anggota bersifat parasit

C) Super-grup SAR
Super-grup SAR merupakan kumpulan protista penting secara global. SAR tersusun atas Stramenopila (Heterokontophyta), Alveolata (Chromerida, Ciliata, dan Ampicomplexa) dan Rhizaria. Rhizaria mencakup bentuk amoeboid, termasuk anggota Radiolaria yang memiliki kerangka internal silika dan filopodia yang digunakan untuk menjebak mangsa. Angota Foraminifera mempunyai bentuk retikulopodia.
SAR - Taksonomi Protista
Ciliata ditandai dengan memiliki alat gerak berupa silia. Silia berfungsi untuk lokomosi (bergerak) dan membawa partikel makanan ke mulut. Ciliata yang berperan sebagai parasit adalah Balantidium coli. Ampicomplexa memiliki siklus hidup yang kompleks, salah satunya Plasmodium yang berkembang biak secara seksual di dalam tubuh nyamuk Anopheles, penyebab penyakit malaria.

D) Super-grup Archaeplastida
Super-grup Archaeplastida meliputi Chlorophyta yang juga dikenal sebagai ganggang hijau. Anggota dari super-grup ini memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis karena mengandung klorofil a dan b serta karotenoid. Archaeplastida memiliki bentuk morfologi yang bervariasi. Anggotanya mudah ditemukan seperti di air tawar, air asin, di dalam tanah, simbiosis atau parasit dalam tubuh makhluk hidup. 
Archaeplastida - Taksonomi Protista
Kelompok ini menyimpan cadangan makanan dalam bentuk pati. Sebagian besar banyak memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa. Memiliki bentukan yang bervariasi, hidup secara uniseluler hingga membentuk kolonial, filemen, dan lain sebagainya. Bereproduksi secara seksual maupun aseksual.  Chlamydomonas spp. sebagai contoh dari Chlorophyta dengan 2 flagela yang sama panjang dan bergerak sangat cepat di dalam air.

Referensi:
  1. Pommerville, J. C. (2011). Alcamos's Fundamentals of Microbiology. 9th Edition. Jones and Bartlett Pubsliher. Massachusetts, USA.
  2. Tortora, G. J., Funkle, B. R., & Case, C. L. [2019]. Microbiology: An Introduction. 13th Edition. Pearson Education, Inc. USA
  3. Willey, J., Sandman, K. M., & Wood, D. H. [2020]. Prescott's Microbiology. 11th Edition. McGraw-Hill Education. Pearson, USA.
Dewanto
Dewanto S-1 Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji

Post a Comment for "Taksonomi Protista Sistem International Society of Protistologist"