Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Taksonomi Virus Sistem Baltimore

Konten [Tampil]
Taksonomi Virus (Mikrobiologi, Virologi) - pada artikel ini, kita akan membahas terkait dengan taksonomi atau sistem pengelompokkan (klasifikasi) virus dengan berpatokan pada sistem yang dikenal sebagai Sistem Baltimore, sebagai pemenang nobel. Mari simak lebih lanjut ya !

Penamaan virus sebagai aseluler juga memperhatikan aturan-aturan yang berlaku seperti pada makhluk hidup (seluler). Beberapa aturan terkait penamaan virus yang perlu diperhatikan, antara lain:
  • Penamaan ordo diberi akhiran -virales, misalnya Mononegavirales
  • Penamaan famili diberi akhiran -viridae, misalnya Paramyxoviridae
  • Penamaan subfamili diberi akhiran-virinae, misalnya Orthocoronavirinae
  • Penamaan genus diberi akhiran -virus, misalnya Rubulavirus
  • Penamaan spesies terkadang disingkat dalam beberapa penulisan teks, misalnya Mumps virus (MuV), Measles virus (MeV)
Taksonomi Virus Baltimore (1971)
Klasifikasi Virus Sistem Baltimore (1971)
David Baltimore pada tahun 1971 memperkenalkan sebuah sistem untuk mengelompokkan virus yang terus mengalami peningkatan. Dasar yang digunakan untuk mengelompokkan virus ini terdiri atas: a) genom yang dimiliki dan b) cara bereplikasi dan mengekspresikan gen. Virus dikelompokkan menjadi 7 Class, yaitu:
  1. Double-stranded (ds) DNA viruses
  2. Single-stranded (ss) DNA viruses
  3. Double-stranded RNA viruses
  4. Plus-strand RNA (+RNA) viruses
  5. Negative-strand RNA (-RNA) viruses
  6. Retroviruses
  7. Reverse transcribing DNA viruses
1) Double-stranded (ds) DNA viruses
Beberapa karakteristik Double-stranded (ds) DNA viruses, yaitu:
  • Virus yang mempunyai genom DNA untai ganda
  • Alur replikasi genom: dsDNA ⟶ dsDNA
  • Alur sintesis mRNA: dsDNA ⟶ mRNA
  • Tersusun atas 10 famili (suku), antara lain:
    1. Adenoviridae
    2. Ascoviridae
    3. Asfarviridae
    4. Baculoviridae
    5. Herpesviridae
    6. Iridoviridae
    7. Papillomaviridae
    8. Polydnaviridae
    9. Polymaviridae
    10. Poxviridae
2) Single-stranded (ss) DNA viruses
Beberapa karakteristik Single-stranded (ss) DNA viruses, yaitu:
  • Virus hewan dengan genom DNA beruntai tunggal
  • Alur replikasi genom: ssDNA ⟶ dsDNA ⟶ ssDNA
  • Alur sintesis mRNA: ssDNA ⟶ dsDNA ⟶ mRNA
  • Tersusun atas 2 famili (suku), antara lain:
    1. Circoviridae
    2. Parvoviridae
3) Double-stranded RNA viruses
Beberapa karakteristik Double-stranded RNA viruses, yaitu:
  • Virus hewan dengan genom RNA beruntai ganda
  • Virion yang terasosiasi RNA bergantung pada RNA Polymerase
  • Alur replikasi genom: dsRNA ⟶ ssRNA ⟶ dsRNA 
  • Alur sintesis mRNA: dsRNA ⟶ mRNA
  • Tersusun atas 2 famili (suku), antara lain:
    1. Birnaviridae 
    2. Reoviridae
4) Plus-strand (+RNA) viruses
Beberapa karakteristik Plus-strand (+RNA) viruses, yaitu:
  • Virus hewan dengan genom RNA untai tunggal sense positif
  • Alur replikasi genom: +RNA ⟶ -RNA ⟶ +RNA
  • Alur sintesis mRNA: +RNA = mRNA ⟶ -RNA ⟶ mRNA
  • Tersusun atas 9 famili (suku), antara lain:
    1. Arteriviridae
    2. Astroviridae
    3. Caliciviridae
    4. Coronaviridae
    5. Flaviviridae
    6. Nodaviridae
    7. Picornaviridae
    8. Tetraviridae
    9. Togaviridae
5) Negative-strand (-RNA) viruses
Beberapa karakteristik Negative-strand (-RNA) viruses, yaitu:
  • Genom RNA untai tunggal ambisense atau sense negatif
  • Virion yang terasosiasi RNA bergantung pada RNA Polymerase
  • Alur replikasi genom: -RNA ⟶ +RNA ⟶ -RNA
  • Alur sintesis mRNA: -RNA ⟶ mRNA
  • Tersusun atas 7 famili (suku), antara lain:
    1. Arenaviridae
    2. Bomaviridae
    3. Bunyaviridae
    4. Filoviridae
    5. Orthomyxoviridae
    6. Paramyxoviridae
    7. Rhabdoviridae
6) Retroviruses
Beberapa karakteristik Retroviruses, yaitu:
  • Genom RNA bereplikasi melalui DNA intermediet
  • Alur replikasi genom: ssRNA ⟶ dsDNA ⟶ ssRNA
  • Alur sintesis mRNA: ssRNA ⟶ dsDNA ⟶ mRNA
  • Tersusun atas 1 famili (suku), yaitu Retroviridae
7) Reverse transcribing DNA viruses
Beberapa karakteristik Reverse transcribing DNA viruses, yaitu:
  • Genom DNA bereplikasi melalui RNA intermediet
  • Alur replikasi genom: dsDNA ⟶ ssRNA ⟶ dsDNA
  • Alur sintesis mRNA: dsSNA ⟶ mRNA
  • Tersusun atas 1 famili (suku), yaitu Hepadnaviridae
Referensi:
  1. Sharma, O. P. [2011]. Series on Diversity of Microbes and Cryptogams: Fungi and Allied Microbes. Tata McGraw-Hill Education Private Limited. New Delhi, India.
  2. Willey, J., Sandman, K. M., & Wood, D. H. [2020]. Prescott's Microbiology. 11th Edition. McGraw-Hill Education. Pearson, USA.
Dewanto
Dewanto S-1 Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji

Post a Comment for "Taksonomi Virus Sistem Baltimore"