Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Familia Zingiberaceae - Suku Jahe-Jahean

Konten [Tampil]
Familia Zingiberaceae atau dikenal sebagai suku jahe-jahean merupakan suku tumbuhan yang diperkenalkan oleh Lindley. Secara taksonomi tumbuhan ini sekarang berada di bawah naungan ordo Zingiberales. 

Deskripsi Zingiberaceae

Tumbuhan perenial yang dapat ditemukan dipersebaran daerah tropis. Daerah tropis yang dimaksudkan seperti lahan basah atau hutan. Tumbuhan ini melimpah banyak di daerah Indo-Malaya. Keanekaragaman dari suku ini dalam Tjitrosoepomo (2013) disebutkan terdiri 40 genus dengan 1.400-an spesies. Simpson (2010) menyebutkan jumlah dari suku ini telah mencapai 50 genus dengan perkiraan 1.300 spesies. Selanjutnya, Singh (2019) menyebutkan bahwa jumlah dari suku jahe-jahean ini telah mencapai 50 genus dengan 1.600 spesies. 

Mengutip dari buku yang diterbitkan oleh LIPI Press, Retnowati, et al. (2019) memaparkan data terkait dengan kekayaan Suku Zingiberaceae di Indonesia sampai tahun 2017 telah mencapai 603 spesies dengan di antaranya Pulau Jawa (104), Kalimantan (252), Maluku (37), LSI (15), Papua (123), Sulawesi (107), dan Sumatra (122). Beberapa genus major antara lain: Alpinia (165); Amomum (130); Zingiber (95); Globba (65); Curcuma (55); Kaempheria (65) dan Hedychium (66). Berikut ini merupakan penempatan Suku Zingiberaceae dalam taksonomi tumbuhan.
Famili Zingiberaceae
Penempatan Famili Zingiberaceae (Singh, 2019)

Akar Zingiberaceae

Akar dengan sistem perakaran serabut (radix adventitious) sebagai perwujudan dari tumbuhan monokotil.

Batang Zingiberaceae

Batang terna (tidak berkayu), memiliki struktur batang yang tenggelam dalam tanah (rimpang) kadang menyerupai bentukan umbi yang mengandung minyak menguap hingga berbau aromatik. Batang di atas tanah umumnya pendek sebagai penyokong daun dan bunga. Kelompok ini menunjukkan batang semu yang tersusun atas kumpulan pelepah daun. Batang memiliki tipe simpodial.

Daun Zingiberaceae

Daun tunggal (simplex folium), daun memiliki sel-sel minyak menguap yang tersusun dalam 2 baris, tumbuhan ini menunjukkan struktur morfologi daun 3 bagian: helaian, tangkai dan upih, terdapat juga lidah-lidah. Helaian daun biasanya lebar dengan ibu tulang yang tebal dan tulang-tulang cabang yang sejajar dan rapat satu dengan yang lainnya dengan arah yang serong ke atas. Tangkai daun pendek atau tidak terdapat, upih terbuka atau tertutup. Lidah-lidah pada batas antara helaian dengan tangkai atau antara helaian dengan upih.
Morfologi Zingiberacea
Morfologi Zingiberaceae: A-CZingiber officinale; A. bunga majemuk; B. bunga; C. rhizoma, D. bunga Roscoea alpina; E. bunga Aframomum laurentii; F. daun Alpinia nutans, G. tumbuhan lengkap dengan inflorescentia, H. bunga,  I. bunga secara vertikal, J. bunga secara melintang; K. biji Amomum dibelah membuju (Singh, 2019)

Bunga Zingiberaceae

Bunga selalu berkelamin ganda (biseksual), bunga zigomorf, kelopak berbentuk tabung, dengan ujung yang bertaju kerapkali terbelah menyerupai pelepah. Daun mahkota 3, pada pangkalnya melekat. Benang sari sempurna 1, penghubung sari kerapkali lebar, ruang sari 2. Staminodia hampir selalu 3, salah satu (bibirnya) berhadapan benang sari, selalu serupa mahkota, yang dua lainnya lebih kecil. Bakal buah tenggelam; beruang 3 atau 1. Kalau demikian dengan 3 papan biji yang menempel dinding. Tangkai putik sangat langsing, dengan ujung terjepit di antara kedua ruang sari. Kepala sari melebar.

Buah Zingiberaceae

Buahnya buah kendaga yang berkatup 3, atau berdaging tidak membuka.

Biji Zingiberaceae

Biji bulat atau berusuk, mempunyai salut biji dengan endosperm yang banyak
Morfologi Inflorescentia Zingiberaceae (Simpson, 2010)

Taksonomi & Peranan Zingiberaceae

Beberapa hasil klasifikasi dan pemanfaatan tumbuhan suku jahe-jahean, yaitu:
  • Alpinia: A. galanga (laos) → bahan masak
  • Amomum: A. cardamomum (kapulaga) → bahan jamu
  • Achasma: A. coccineum
  • Costus: C. speciosa
  • Curcuma: C. domestica (kunyit), C. xanthorrhiza (temulawak) → bahan masak, jamu, dan obat, C. heyneana (temu giring), C. mangga (kunyit putih)
  • Eletteria: E. cardamomum
  • Zingiber: Z. officinalis (jahe) → bahan masak, jamu, obat, Z. cassumunar (bengle)
  • Hedychium: H. flavescens (gandasuli)
  • Globba: G. marantina, G. strobulifera
  • Nicolaia: N. speciosa (kecombrang) → bahan masak
  • Tapeinochilus: T. ananassae (kasturi) → tanaman hias

Referensi

  1. Retnowati, A., Ruqayah, Rahajoe, R. S., & Arifiani, D. (eds.). 2019. Status Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Kekayaan Jenis Tumbuhan dan Jamur di Indonesia. LIPI Press. Jakarta, Indonesia.
  2. Simpson, M. G. 2010. Plant Systematics. 2nd Edition. Elsevier, Inc. California, United States.
  3. Singh, G. 2019. Plant Systematics: An Integrated Approach. CRC Press. United States.
  4. Tjitrosoepomo, G. 2013. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta, Indonesia.
  5. Van Steenis, C. G. G. J, et al. 2012. Flora: Untuk Sekolah di Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta Timur, Indonesia.
Dewanto
Dewanto S-1 Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji

4 comments for "Familia Zingiberaceae - Suku Jahe-Jahean"

  1. Wahhh๐Ÿ˜ฑ, materinya sangat mudah dipahami serta ditambah lagi dengan author yang pandai sekali dalam bidang menulis dan meresume materi๐Ÿ˜€. Terima kasih atas ilmunya thor๐Ÿ™

    ReplyDelete
  2. makasih ilmunya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  3. sangat bermanfaat. keep it up! fighting ๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป

    ReplyDelete
  4. Sangat informatif sekalii ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘Œ๐Ÿป✨

    ReplyDelete