Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Medium Kultur Mikroba

Konten [Tampil]
Medium Kultur Mikroba

Media Kultur Mikroba

Media atau medium kultur mikroba merupakan padatan atau cairan  digunakan untuk menumbuhkan, mengangkut dan menyimpan mikroorganisme (Willey, et al., 2020: 155). Medium kultur merupakan istilah untuk material bernutrisi yang dipersiapkan untuk menumbuhkan mikroorganisme dalam laboratorium (Tortora & Funke, 2019: 159). 

Macam-Macam Medium Kultur

Willey, et al. (2020: 155) melakukan klasifikasi terhadap media kultur pada mikroba berdasarkan beberapa parameter, yaitu bahan kimia penyusunnya; sifat fisiknya dan fungsinya.
  1. Tipe media berdasarkan bahan kimia penyusunnya terdiri atas defined-media dan complex-media
  2. Tipe media berdasarkan sifat fisiknya terdiri atas liquid-media, semi-solid-media dan solid-media
  3. Tipe media berdasarkan fungsinya terdiri atas supportive-media, enriched-media, selective-media dan differential-media

1. Medium Sederhana (Defined-Media)

Medium sederhana/sintesis/terdefinisi merupakan media yang setiap bahan penyusunnya dapat ditentukan takaran dan dirumuskan formulasi kimianya. Medium ini dapat berwujud cairan berupa kaldu (broth) atau padatan yang dibuatkan dalam bentuk agar. Medium sederhana sering digunakan untuk membiakkan mikroba fotosintetik yang memanfaatkan CO₂ sebagai sumber karbon dan cahaya matahari sebagai sumber energi. Medium sederhana yang bisa digunakan misalnya seperti natrium bikarbonat sebagai sumber CO₂, nitrat atau amonia sebagai sumber nitrogen, sulfat, fosfat dan mineral-mineral lainnya.
medium sederhana
Perbandingan Komposisi Medium Sederhana (Willey, et al., 2020)

2. Medium Kompleks (Complex-Media)

Medium kompleks merupakan media dengan beberapa bahan penyusunnya tidak diketahui komposisinya. Medium ini memiliki keunggulan yang dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan nutrisi berbagai mikroorganisme. Penggunaannya sering diterapkan pada mikroba yang belum diketahui jenis kebutuhan nutrisinya. 

Secara umum medium kompleks mengadung komponen yang tidak dapat definisikan, yaitu pepton, ekstrak daging dan ekstrak ragi. Pepton merupakan protein hidrolisat digunakan untuk perncernaan proteolitik parsial daging, kasein, bungkil kedelai, gelatin dan sumber protein lainnya. Pepton menyediakan sumber karbon, energi dan nitrogen. Ekstrak daging sapi dan ragi dalam bentuk larutan. Ekstrak daging sapi mengandung asam amino, peptida, nukleotida, asam organik, vitamin dan mineral. Sebaliknya, ekstrak ragi mengandung sumber vitamin B serta beberapa senyawa nitrogen dan karbon. Medium kompleks yang umum digunakan yaitu Nutrient Broth, kaldu kedelai triptik dan Agar MacConkey.
Perbandingan Komposisi Medium Kompleks (Willey, et al., 2020)

3. Medium Cair (Liquid-Media)

Medium cair merupakan media yang mengandung nutrisi tertentu. Namun, tidak ditambahkan bahab-bahan pemadat seperti gelatin maupun agar. Medium cair yang sering digunakan misalnya Nutrient Broth (NB) dan LB (Lactose Broth).

4. Medium Semi-padat (Semi-Solid-Media)

Medium semi-padat merupakan media yang mengandung agar dengan konsentrasi 0,3 samapi 0,4 %. Medium ini bersifat sedikit kenyal tetapi tidak menunjukkan struktur padat maupun cair.

5. Medium Padat (Solid-Media)

Medium padat merupakan media yang mengandung 15 % agar. Medium ini setelah dingin akan menampilkan struktur  berupa padatan.

6. Medium Pendukung (Supportive-Media)

Medium pendukung merupakan media yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan berbagai jenis mikrooganisme.
Medium kultur
Perbandingan Medium Selektif, Diferensial dan Diperkaya (Pommerville, 2011)

7. Medium Diperkaya (Enriched-Media)

Medium diperkaya merupakan media pendukung yang diberikan tambahan seperti darah dan nutrisi lainnya untuk mendorong pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Medium diperkaya yang sering digunakan adalah Blood Agar.

8. Medium Selektif (Selective-Media)

Medium selektif merupakan media yang memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme tertentu, sambil menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain (Willey, et al., 2020: 156).

9. Medium Diferensial (Diferential-Media)

Medium diferensial merupakan media yang membedakan berbagai kelompok mikroba dan bahkan memungkinkan indetifikasi mikroba  berdasarkan karakteristik biologisnya (Willey, et al., 2020: 156).

Referensi

  1. Amelia, T. 2017. Mikrobiologi. UMRAH Press. Tanjungpinang, Indonesia.
  2. Pelczar, M. J. & Chan, E. C. S. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi 1. UI-Press. Jakarta, Indonesia.
  3. Pommerville, J. C. 2011. Alcamo's Fundamental of Microbiolgy. 9th Edition. Jones and Bartlett Publishers. USA.
  4. Willey, J., Sandman, K. M., & Wood, D. H. 2020. Prescott's Microbiology. 11th Edition. McGraw-Hill Education. USA.

Dewanto
Dewanto S-1 Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji

1 comment for "Medium Kultur Mikroba"

  1. Terimakasih. Sangat bermanfaat sekalii. Sangat menambah wawasan saya����✨

    ReplyDelete